Penyakit Osteoporosis
The silent diease adalah salah satu sebutan
untuk penyakit osteoporosis. Penyakit pengeroposan tulang atau osteoporosis
merupakan penyakit tanpa gejala. Sehingga orang yang menderita osteoporosis
seringkali tidak menyadari apabila meraka terserang penyakit tersebut. Penyakit
osteoporosis ditandai dengan semakin merendahnya massa tulang sehingga
menyebabkan kerusakan mikroarsitekur jaringan. Penderita osteoporosis biasanya
memiliki bentuk fisik yang bungkuk atau bengkok meskipun demikian kebanyakan penderita
osteoporosis tidak memiliki perubahan yang signifikan atau tidak terlihat dari
luar.
Penyakit osteoporosis seringkali dihubungkan dengan usia,
semakin tinggi usia maka semakin beresiko besar terkena osteoporosis.
Kebanyakan yang menderita osteoporosis adalah wanita yang sudah memasuki masa
menopause dikarenakan menurunnya kadar estrogen. Hormon estrogen berfungsi
untuk mengikat tulang sehingga tidak kehilangan kalsium, apabila hormon
estrogen berkurang maka berpengaruh pada kalsium di dalam tulang.
Selain usia kini ditemui osteoporosis pada usia muda
salah satunya karena kurangnya aktivitas fisik, terlalu banyak mengkonsumsi
obat yang mengandung streoid dan gaya hidup yang tidak sehat. Anda janga
mengganggap remeh terhadap penyakit osteoporosis. Meskipun tidak dikeluhkan
oleh penderita osteoporosis akan tetapi dapat membahayakan penderita dan
mengancam jiwa penderita osteoporosis.
Berikut ini adalah bahaya yang dapat ditimbulkan bagi
penderita osteoporosis :
1. Bone Fractures
Kepadatan tulang yang semakin berkurang bagi penderita
osteoporosis maka akan menyebabkan menjadi mudah rapuh. Kondisi tulang yang
mudah rapuh akan membahayakan apabila anda terjatuh atau terpeleset yang
beresiko tinggi terjadi bone fracture atau patah tulang.
2. Compression Fractures
Salah satu tulang yang rawan bermasalah bagi penderita
osteoporosis adalah tulang belakang. Sehingga terjadinya fraktur kompresi atau
comprssion fractures yaitu kondisi yang menyebabkan terjadinya tumpang tindih
antara satu dengan yang lainnya.
3. Perubahan tubuh
Faktur kompresi yang meningkat
bagi penderita osteoporosis akan menyebabkan perubahan tubuh. Penderita
osteoporosis akan kehilangan tinggi badan hingga 15-20% dari tinggi semula.
Kondisi ini disebabkan karena tulang belakang yang menumpuk dan menyebabkan
tulang belakang melengkung atau disebut humpback atau bungkuk.
4. Mengalami Nyeri
Apabila penderita osteoporosis
yang mengalami kondisi semakin buruk maka seringkali penderita mengalami rasa
sakit pada bagian bahu, leher, pinggung ataupun punggung.
5. Kesulitan dalam
mencari keseimbangan
Nyeri yang berlangsung terus
menerus akan menyebabkan penderita osteoporosis kehilangan keseimbangan.
Kondisi kehilangan keseimbangan ini akan menyebabkan siklus nyeri yang semakin
parah.
6. Tekanan pada
Organ Dalam
Tulang yang membengkok akan
menyebabkan tulang membengkok tidak wajar sehingga akan kesulitan bernafas.
Kurangnya pejangga yang disebabkan penyangga tulang punggung melengkung akan
menekan tulang rusuk yang mengakibatkan terjadinya tekanan pada jaringan lunak
dan menekan organ di dalam seperti perut, paru-paru dan juga usus.
Tulang keropos atau osteoporosis
harus mendapatkan pencegahan dini karena osteoporosis merupakan penyakit yang
tidak memiliki gejala yang jelas, baru akan disadari ketika terjadi tulang yang
retak dan setelah itu terjadi tulang yang retak lagi dan besar kemungkinan akan
terjadi pada tulang lainnya. Sehingga penting untuk menjaga asupan kalsium dan
vitamin D, menghindari gaya hidup yang tidak sehat dan selalu aktif bergerak
dengan rutin berolahraga untuk mengurangi resiko terjadinya osteoporosis pada
usia yang muda.